Menu

gambar boleh diambil

Jumat, 20 Februari 2009

Zikir Asmaul Husna&Meditasi Spiritual Tapak Sunan Cirebon

A. PENDAHULUAN

Setiap manusia memiliki dua dimensi yang sangat berharga: dimensi jasmani dan rohani. Dengan dua sayap dimensi tersebut manusia dapat meninggikan dan melejitkan citra dirinya ke suatu maqam spiritual yang tak terbatas dimana manusia sampai pada maqam yang paling dekat dengan Alah Azza wa Jalla, yaitu maqam yang meminjam istilah al Qur’an Qaba Qaisan au Adna (sedekat dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi). Bahkan malaikat semulia Jibril andaikan memaksa untuk melewati maqam tersebut niscaya ia akan “terbakar”. Namun sebaliknya, ketika manusia hanya memuaskan dimensi jasmaninya dimana hidupnya hanya larut dalam makan-minum, tidur-istirahat dan mengumbar hawa nafsu maka—menurut Al Qur’an—derajatnya lebih hina daripada binatang, dan semakin jauh lagi lebih tak berharga daripada benda mati seperti batu. Islam merupakan ajaran yang sempurna. Ia tidak hanya memperhatikan aspek spiritual saja dan mengabaikan tuntunan jasmani. Islam ingin mencetak manusia yang sempurna melalui pembangunan jiwa yang bertitik tolak dari keseimbangan aspek jasmani dan rohani, aspek lahiriah dan batiniah, aspek duniawi dan ukhrawi.

Berangkat dari dasar pemikiran di atas dan setelah melalui diskusi maraton dengan teman-teman, para aktivis dan tokoh-tokoh Islam serta melihat fenoma kemiskinan spiritual yang dirasakan oleh banyak lapisan masyarakat Islam, kami akhirnya membentuk Majelis Zikir Asmaul Husna dan Meditasi Spiritual Tapak Sunan yang berpusat di Kota Wali Cirebon, Jabar. Majelis Zikir Asmaul Husna (MZAH) dan Meditasi Spiritual Tapak Sunan (MSTS) tidak berpikir untuk mengorbitkan “manusia malaikat” yang selalu merasa ada di langit dan lupa turun ke bumi. Atau manusia yang setelah melalui tahap-tahap spiritual, menganggap dirinya suci dan sok suci lalu melihat orang lain hina bak binatang yang tak perlu digubris dan mendapatkan kasih sayang serta penghormatan. Atau manusia yang hanya sibuk berzikir dan tidak memiliki kepekaan sosial, misalnya hanya duduk bersila di masjid/musola sambil terus berzikir dan melupakan tanggung jawabnya sebagai suami/ayah yang harus menafkahi keluarga. Atau manusia yang tergila-gila mempraktekkan wirid namun tidak pernah memahami falsafah dan rasionalitas zikir, bahkan ia menganggap tafakur dan zikir itu tidak pernah bertemu. Tidak demikian tujuan kami. Tidak demikian gerakan spiritual kami Namun MZAH&MSTS dalam perjalanannya berusaha dan bertujuan membumikan insan kamil (manusia sempurna). Insan kamil adalah manusia ideal yang berhasil menyeimbangkan secara elegan dan sempurna aspek Ilahi dan hayawani yang ada dalam dirinya. Contoh kongkrit insan kamil yang akan selalu menjadi rujukan MZAH&MSTS adalah manifestasi sempurna dari cahaya Allah di muka bumi, yaitu Nur Muhammad saw. Pendekatan yang dilakukan oleh MZAH&MSTS terbilang spektakular, universal, rasional dan mungkin bagi banyak kalangan dianggap unik. Spektakuler karena dalam prakteknya kami akan mengusung harmonisasi aspek spiritual dan intelektual atau aspek zikir dan fikir (tafakur). Gerakan spiritual kami berangkat dari keyakinan bahwa Al Qur’an, Burhan (argumentasi/aspek penalaran) dan `Irfan (aspek mistik/makrifatullah) satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Kami akan mencoba membuktikan bahwa aspek `Irfan yang benar atau dalam istilah banyak kalangan disebut tasawuf tidak pernah mengebiri akal, apalagi menganggap akal sebagai musuh abadi `irfan atau tasawuf. Sebagaimana kami meyakini bahwa maqam spiritual yang telah dicapai oleh Nabi Besar Muhammad saw bukanlah monopoli yang dipaksakan oleh tangan besi Tuhan.

B. PERMASALAHAN

Pendekatan dakwah dengan menggunakan metode zikir dan tarekat sudah ada dimana-mana dengan pelbagai bentuknya. Namun permasalahannya adalah bahwa banyak kalangan menilai bahwa metode zikir atau tarekat hanya cocok untuk kalangan tertentu dan tidak untuk semua orang. Sehingga kemudian gerakan zikir dan tarekat terkesan eksklusif bagi lapisan masyarakat tertentu saja. Misalnya, bila dilihat dari usia peserta zikir atau tarekat maka kebanyakan mereka yang ikut berusia lanjut. Jarang sekali kita menyaksikan gerakan zikir yang justru dimotori oleh anak-anak muda. Padahal kebutuhan akan zikir adalah kebutuhan bersama manusia, baik tua maupun muda. Bahkan sejatinya, penanaman nilai-nilai zikir terhadap anak muda jauh lebih efektif ketimbang mereka yang berusia senja. Permasalahan fundamental lainnya adalah banyak anggapan/persepsi yang keliru tentang kriteria seorang mursyid (guru spiritual), zikir dan tarekat/tasawuf itu sendiri. Misalnya, sebagian menilai bahwa pendalaman tarekat identik dengan meninggalkan kenikmatan materi (dunia). Sebagian lagi menganggap bahwa zikir dan terjun ke tasawuf sama dengan pelarian (tobat) dari masa lalu yang gelap-gulita. Sebagian orang memahami bahwa Islam itu suatu jalan dan tarekat/tasawuf adalah jalan yang lain dsb.

C. VISI, MISI, DAN TUJUAN

1. Visi Seluruh anggota MZAH di Cirebon dan pelbagai kawasan di Indonesia dididik dan dibina menjadi tunas-tunas bangsa Indonesia yang:

  1. Sehat dan kuat jasmani dan rohani, cerdas secara spiritual dan intelektual dan kreatif.
  2. Berkepribadian Nasional dan Universal
  3. Berjiwa besar (bijak), mandiri, dan berpikiran luas.

4. Menjadi rahmat bagi seluruh makhluk di dunia (bersikap toleran dan menjunjung tinggi hak asasi manusia serta membela mereka yang tertindas).2. Misi Melahirkan insan Indonesia yang seutuhnya dilihat dari sudut pandang:1. Intellectual Intelligence = Kecerdasan Intelektual2. Emotional Intelligence = Kecerdasan Emosional3. Adversity Intelligence = Kecerdasan Daya Juang/Kemandirian4. Kinesthetic Intelligence = Kecerdasan gerak Fisik/Sehat fisik5. Inter-personal Intelligence = Kecerdasan dalam Pergaulan6. Spiritual Intelligence = Kecerdasan Spiritual Di samping itu, kami menyiapkan dan melatih kader-kader yang tercerahkan spiritualnya sehingga menjadi guru-guru spiritual di daerahnya masing-masing. Dan kami juga siap mentraining dan membekali lembaga-lembaga swasta dan negeri serta manajer-manajer perusahaan dan anak buahnya dengan Manajemen Qalbu Eksklusif yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman mereka. 3. Tujuan

  1. Membantu masyarakat muslim Indonesia untuk memberikan layanan pendidikan spiritual yang sesuai dengan bimbingan Islam, sehingga mampu menghindari dampak negatif pengaruh globalisasi.
  2. Membantu pemerintah Indonesia untuk memberikan kontribusi positif, produktif dan konstruktif dalam bidang pencerahan spiritual khususnya dan bidang kehidupan lain pada umumnya.
  3. Mengurangi tingkat kekerasan di pelbagai aspek kehidupan pada dataran individu, rumah tangga, masyarakat, dan bangsa.
  4. Menunjukkan potensi besar manusia dan cara memanfaatkan potensi tersebut demi kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.
  5. Mengedepankan nilai-nilai kebersamaan (universlitas) dan kesatuan dalam kemajemukan.
  6. Meningkatkan ikatan ukhuwah islamiyah dan mempererat tali silatu rahmi antar pelbagai kelompok Islam.
  7. Menghidupkan dan memakmurkan masjid dan menjalin kerja sama dengan pelbagai DKM.
  8. Membantu menyelesaikan pelbagai problema hidup masyarakat (problema pekerjaan, pelbagai penyakit, gangguan sihir dll) melalui meditasi spiritual yang berpijak pada kedahsyatan 1000 asma Allah (Jausyan Kabir).

D. LANDASAN PEMILIHAN ZIKIR

Al Qur’an surah al Ahzab ayat 41: “Wahai orang-orang yang beriman berzikir-lah kepada Allah dengan zikir yang banyak.”Hadis riwayat Sayidina Ali bin Abi Thalib bahwa: “Jibril turun menemui Nabi saw pada suatu peperangan. Ketika itu beliau menggunakan baju besi yang penuh dengan goresan pukulan (senjata) musuh. Jibril berkata, ‘Ya Muhammad, Tuhanmu mengucapkan salam atasmu dan berfirman kepadamu, ‘Tanggalkan baju besi itu dan bacalah doa ini (Doa Jausyan Kabir). Sesungguhnya ia pengaman untukmu dan umatmu.’”

E. KEUTAMAAN ZIKIR JAUSYAN KABIR

  • Barangsiapa membacanya sebelum keluar rumah atau membawanya, Allah akan menjaganya, mewajibkannya masuk surga, dan membimbingnya kepada pekerjaan yang lebih baik.
  • Barangsiapa membacanya dengan niat yang tulus pada awal bulan Ramadhan, Allah akan menganugerahkannya Lailatul Qadar.
  • Barangsiapa membaca doa ini tiga kali pada bulan Ramadhan, Allah akan menjauhkannya dari api neraka, dan ia akan dimasukkan ke surga, serta Allah memerintahkan dua malaikat untuk selalu menjaganya dari maksiat, dan selalu dalam perlindungan Allah sepanjang hidupnya.
  • Barangsiapa menuliskan dan meletakkan doa ini di rumahnya, niscaya rumahnya itu akan aman dari pencurian dan kebakaran.

F. STRUKTUR KEPENGURUSAN

Pembina: Habib Muhammad AlcaffKetua Umum: Habib Saleh Syu`aibKoordinator Wilayah Kota Cirebon: Ust. Santoso (Syeikh Tarekat)Koordinator Wilayah Graksaan: Ust. Ahmad Hijazi (Syeikh Tarekat)Koordinator Wilayah Terminal dan Kali Jaga: Habib Muhammad al Habsyi (Syeikh Tarekat)Koordinator Wilayah Indramayu dan sekitarnya: Kyai Amirudin ((Syeikh Tarekat)Koordinator Wilayah Kuningan dan sekitarnya

0 komentar:

Poskan Komentar